Showing posts with label nasehat. Show all posts
Showing posts with label nasehat. Show all posts

Tuesday, 28 October 2014

Bahaya Riya

riya 2

Fokuslah untuk terus berbuat baik
Tidak usah mempedulikan
Orang tau atau tidak
Orang berterimakasih atau tidak
Orang mengakui atau tidak
Orang menghargai atau tidak
Orang balas budi atau tidak
Semua itu benar-benar tidak penting
Yang penting adalah cukuplah Alloh yang menjadi saksi dan amal-amal kebaikan kita diterima, diridhoi Alloh.

Friday, 24 October 2014

Siapakah Yang Kau Pilih Menjadi Imam, Wahai Saudariku?


Untuk Muslimah,
Jjangan sampai engkau menikah dengan pemuda yang pandai dalam agama namun buruk dalam perilaku/akhlak karena ia akan melukai hatimu.
Jangan pula engkau menikah dengan pemuda yang bodoh tentang agama karena ia tak akan mampu untuk membimbingmu.
Kriteria suami yang baik adalah: BAGUS AGAMANYA (ilmu dan ibadahnya) dan BAGUS AKHLAKNYA
Sebisa mungkin agamanya baik, perilakunya santun, dari keluarga yang harmonis, dewasa dan lebih mapan.
♣♣♣
Selektif Dalam Memilih Calon Suami

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Saat menikah, wanita memiliki harapan bahwa pernikahannya akan menjadi surga dunia, penuh kebahagiaan dan keindahan, rumahku surgaku. Namun terkadang kenyataan tak seindah harapan. Ternyata sifat suaminya tak sebaik yang diperkirakan. Atau seiring berjalannya waktu, sikap sang suami kepada sang istri menjadi semakin buruk. Keras, kasar, egois, pemarah, tidak romantis, tidak bertanggungjawab, suka memukul, tidak punya waktu untuk istri, dan sifat-sifat buruk lain. Maka akhirnya bisa terbetik penyesalan mengapa dulu mau menikah dengannya, dan berkata dalam hati: "ANDAI AKU DAHULU TIDAK MENIKAH DENGANNYA".

Wednesday, 22 October 2014

BILA MUSLIMAH JATUH CINTA, LALU?

10478442_878931402151940_748324044745128938_n
 
Jika seorang Muslimah merasakan hatinya jatuh cinta kepada seorang laki-laki, maka selama ada jalan hendaknya diusahakan untuk menikah dengannya.  Jika tidak ada jalan yang memungkinkan menikahinya, maka muslimah tersebut wajib Shobr (tabah hati), sampai Allah menggantikan dengan lelaki yang lebih baik, atau Allah "menyembuhkannya" dari "sakit" cinta tersebut.  Inilah solusi yang lebih dekat dengan petunjuk Nash-Nash Syara' dan lebih menjaga kehormatan serta dien Muslimah tersebut.
Jatuh cinta kepada lawan jenis, dari segi jatuh cinta itu sendiri bukanlah aib dan juga bukan dosa. Jatuh cinta adalah hal yang manusiawi dan menjadi naluri yang ada secara alamiah pada setiap manusia normal. Nabi, orang suci, orang shalih, dan ulama mengalami jatuh cinta kepada lawan jenis sebagaimana manusia pada umumnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam cinta kepada Khadijah dan Aisyah, ibnu Umar cinta yang sangat kepada istrinya, Ibnu Hazm cinta pada wanita yang sampai membuatnya menjadi ulama besar, Sayyid Quthub mencintai wanita namun gagal menikahinya, dll semuanya adalah contoh bagaimana perasaan itu adalah perasaan yang normal, wajar, natural, dan biasa.